Legislator Golkar Minta BGN Evaluasi Keracunan MBG: Tanggung Jawab

Legislator Golkar Minta BGN Evaluasi Keracunan MBG: Tanggung Jawab

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 18:10 WIB
Komisi IX DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan BGN membahas anggaran MBG sebesar Rp 232,5 T di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Rapat Komisi IX DPR dengan BGN (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR Fraksi Golkar Heru Tjahjono berbicara perihal keracunan MBG saat rapat dengan BGN mengenai anggaran MBG. Heru meminta BGN melakukan evaluasi dan tanggung jawab ketika ada kasus keracunan.

"Selanjutnya keracunan, saya sudah sampaikan kepada Ibu Arum, ada ibu dokter di sini, bahwa keracunan itu tidak saat itu juga selesai ditampani, selesai diarenya," kata Heru saat rapat di Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia meminta BGN tetap memantau kondisi penerima manfaat yang keracunan dalam 3-6 bulan ke depan. Menurut dia, dosa jika BGN lepas tangan terhadap kondisi penerima manfaat yang keracunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus dievaluasi 3 bulan, 6 bulan, apakah ada anak-anak keracunan ini punya hal-hal yang sifatnya gangguan terhadap metabolismenya, mungkin autoimun, mungkin yang lain, dan itu tanggung jawab, dosa kita, Pak," ucap dia.

Terlebih, lanjut dia, jika penerima manfaat yang keracunan merupakan rakyat kecil. Ia menyebutkan mereka pasti tidak berani bersuara atau melaporkan kondisinya.

"Itu apa lagi kalau anak nggak mampu, dia nggak akan berani melaporkan, dia nggak punya kemampuan memeriksa, itu dosa loh, Pak, dosa betul," ujar dia.

Lebih lanjut, Heru meminta BGN betul-betul melakukan evaluasi setelah ada kasus keracunan MBG. Menurut dia, BGN bisa memanfaatkan satgas di kabupaten/kota untuk membantu.

"Dievaluasi, tak bisa bapak evaluasi sendiri tanpa satgas ada bidan desa, dinas kabupaten/kota, dan provinsi, kerja sama dengan Menkes, itu yang harus kita sampaikan," tutur dia.

Ia juga meminta BGN tak cuma memberi laporan baik mengenai MBG kepada Presiden Prabowo Subianto. "Kami mau bantu Bapak, Komisi IX mau bantu Bapak untuk orkestrasi bahwa BGN ini diterima. Jadi Presiden tak hanya diberi laporan bagus, tapi Pak Presiden melihat rakyat menerima benar, termasuk rantai pasok tadi itu," imbuh dia.

Seperti diketahui, kasus keracunan MBG yang paling baru terjadi di Sidoarjo. Ada ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

(maa/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini