Sekda Jabar Dorong Pelaku UMKM Bangun Pola Pikir Positif agar Naik Kelas

Sekda Jabar Dorong Pelaku UMKM Bangun Pola Pikir Positif agar Naik Kelas

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB
Sekda Jabar Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas: Mulai dari Pikiran
Foto: Diskominfo Jabar
Jakarta -

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mendorong seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya agar naik kelas. Ia menegaskan keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal dan strategi bisnis, tetapi juga pola pikir pelaku usaha.

Herman menekankan tidak boleh ada alasan bagi pelaku UMKM untuk berhenti berkembang. Ia meminta para pelaku usaha terlebih dahulu membangun keyakinan dalam diri sebelum mengambil langkah bisnis.

"Tidak ada alasan pokoknya semua yang hadir di sini UMKM-nya harus naik kelas, dan itu mulai dari pikiran. Mulai dari pikiran, sesederhana itu," ujar Herman dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi 1.000 Pelaku UMKM Mikro dan Kecil serta Executive Seminar. Mengusung tema "AKU KAMU KITA Bergerak Bersama Membangun Bisnis UMKM Indonesia", kegiatan ini berlangsung di Blessing Room Convention Center D'Botanica Hotel, Kota Bandung, Rabu (2/9).

ADVERTISEMENT

Herman menilai rasa takut menjadi salah satu hambatan utama yang membuat pelaku UMKM sulit berkembang. Menurutnya, ketakutan terhadap produk yang tidak laku, mengalami kerugian, hingga mendapat penolakan kerap muncul sebelum pelaku usaha benar-benar mencoba.

"Persoalannya belum apa-apa kita semuanya sudah takut. Takut nggak laku, takut rugi, takut ditolak. Itu yang membuat bapak ibu sulit naik kelas, ya pikiran bapak ibu sendiri," katanya.

Ia pun mengajak pelaku UMKM untuk terus membangun pola pikir positif dan memiliki visi yang jelas dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, visi merupakan bagian penting dalam menentukan arah dan keberhasilan sebuah usaha.

Herman juga mengingatkan pentingnya konsistensi dengan peribahasa Sunda "cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok". Artinya, sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus pada akhirnya akan menghasilkan perubahan.

"Walaupun batu keras dan air itu hanya setetes, tapi terus-terusan, sudah akan jadi legok. Mun keyeng tangtu pareng, kata leluhur," ucapnya.

Herman menambahkan pelaku UMKM tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, keberhasilan dalam bisnis membutuhkan proses, keberanian untuk mencoba kembali, serta pengulangan secara konsisten.

Pada kesempatan ini, ia juga mengutip pemikiran Socrates bahwa keunggulan tidak semata-mata lahir dari kemampuan, tetapi dari pengulangan yang dilakukan terus-menerus.

"Tidak ada yang unggul, yang ada adalah pengulangan. Repetition, diulang-ulang terus," tegasnya.

Herman juga mengingatkan pelaku UMKM agar membangun lingkungan pergaulan yang mendukung perkembangan usaha. Ia pun mengajak pelaku usaha untuk saling memberikan dorongan positif, bukan justru menanamkan ketakutan dan keraguan.

Sebagai informasi, kegiatan pendampingan sertifikasi halal bagi 1.000 pelaku UMKM mikro dan kecil tersebut di inisiasi oleh Forum Komunikasi Tionghoa Merah Putih (FOKTI) berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas serta daya saing bisnisnya.

Tonton juga video "Tanyadetikfinance Pasar Becek Bikin UMKM Indonesia Mati, Apa Itu?"

(akd/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini