"Mana janji Bapak saat kampanye?" todong seratusan warga yang duduk lesehan bersama Prijanto beralaskan terpal plastik warna perak di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (10/12/2007).
"Saya juga ingin kalian berjanji tidak membuang sampah di sungai. Janji nggak?" ujar Prijanto
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berdialog, warga mempertanyakan berbagai hal seperti penggusuran, kesehatan, sampah, banjir, bahkan becak kepada Prijanto. Warga mengutarakan rasa takutnya karena digusur secara paksa.
"Kami jadinya nggak punya tempat. Anak-anak trauma dan putus sekolah," curhat warga.
Menanggapi itu, Prijanto menyampaikan perlu aturan dalam menata Jakarta. Pemerintah menjamin perlindungan keselamatan warga, sehingga warga tidak perlu takut.
"Ada pencanangan 10 tower rumah susun untuk warga yang tinggal di dekat sungat atau kali agar bisa pindah dan tinggal di sana, supaya Jakarta tidak terjadi banjir lagi," kata Prijanto.
Ditanya kenapa resapan air sekarang menjadi mal, Prijanto menjawab semua yang ada di Jakarta sudah dipatok. Namun demikian ada pencanangan 1.000 sumur yang bisa digunakan masyarakat.
Kenapa becak tidak boleh digunakan di Jakarta, padahal becak asalnya dari Jakarta? todong seorang warga polos hingga mengundang gelak tawa.
"Bukan nggak boleh. Becak boleh digunakan asal di pemukiman atau desa yang tidak ada kendaraan umum bermotor, tidak boleh di kota," sahut Prijanto.
Dia juga memaparkan rencana penggelontoran Rp 1 miliar per kelurahan untuk digunakan masyarakat membangun desanya. Penggunaan dananya akan diawasi agar tepat sasaran melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat.
Gorengan
Usai berdialog, Prijanto pun beranjak dari lokasi acara, meninggalkan gorengan dan kue basah yang dihidangkan untuknya. Alhasil suguhan mengundang selera yang tidak disentuh Prijanto itu pun diserbu warga yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak.
"Puas tidak dengan jawaban wagub?" tanya Koordinator Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz melalui pengeras suara.
"Nggak puas, nggak yakin, nggak percaya," sahut warga bersahut-sahutan. Mereka kemudian meninggalkan lokasi acara dengan 8 metromini dan 2 kopaja. (sss/ana)











































