Lembaga ini menganugerahi piagam penghormatan Akademi Jakarta atas jasa Ali Sadikin sebagai pemancang tonggak peradaban dan martabat bangsa.
Penghargaan itu diserahkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kepada Bang Ali di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jalan Raya Cikini, Jakarta, Senin (10/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Ketua Akademi Jakarta Taufik Abdullah, penghargaan terhadap Bang Ali merupakan sesuatu yang baru. Idenya muncul secara spontan dari beberapa anggota.
"Waktu itu saya tidak hadir rapatnya, tapi ada usulan dari Ajip Rosidi untuk memberi penghargaan pada Ali Sadikin berupa piagam penghormatan. Seluruh peserta rapat secara spontan menyetujui," tuturnya.
Sastrawan WS Rendra dalam pidatonya menuturkan, ketika menjadi gubernur, Ali Sadikin sangat berjasa dalam mengembangkan kebudayaan. Salah satunya dengan membuat tempat untuk ajang kumpul para seniman di TIM, membiayai berbagai festival kesenian dan budaya, serta memperhatikan nasib para seniman.
"Atas jasa-jasanya ini, Akademi Jakarta memberikan piagam penghormatan," ujarnya.
Akademi Jakarta adalah dewan kehormatan para seniman/budayawan yang prestasinya meyakinkan. Anggota Akademi Jakarta adalah orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas dan diangkat seumur hidup.
Akademi Jakarta bukan badan formal. Keberadaannya diakui berdasarkan kepercayaan masyarakat. Setiap tahun lembaga ini memberikan penghargaan untuk karya seni terbaik Indonesia.
Akademi Jakarta disahkan lewat keputusan gubernur DKI pada 24 Agustus 1968. Saat itu gubernur Jakarta dijabat Ali Sadikin.
(umi/nrl)











































