"Air sudah benar-benar surut. Warga yang sempat mengungsi juga sudah kembali ke rumahnya. Hari ini, cuaca terlihat cukup cerah. Meski begitu, posko yang kita dirikan di kantor camat masih kita dibuka," jelas Camat Kuta Cot Glie, Rahmat Santosa, S.sos,MAP, pada detikcom melalui telepon, Senin (10/12/2007).
Â
Rahmat menambahkan, banjir tersebut menyebabkan dua orang, yakni Reza (20) warga Lampakuk dan Tengku Zainon (60) warga Lambegak, tewas terseret arus ketika hendak menyelamatkan hewan ternaknya. "Sedangkan Bukhari, ayah dari Reza berhasil diselamatkan. Kemarin siang, kedua jenazah ditemukan dan sudah dikebumikan," ujarnya.
Pagi ini, menurutnya aktivitas warga sudah kembali normal meski terus berjaga-jaga jika kembali turun hujan. Sebab banjir bandang yang melanda beberapa kawasan di Aceh Besar itu, disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi. Meski diakuinya, aksi pembalakan liar dan galian C di kawasan Aceh besar juga punya andil dalam banjir yang juga merubuhkan 2 jembatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditambah dengan hantaman banjir, kedua jembatan itu ambruk," kata Rahmat.
Dia berharap, kedua jembatan ini segera diperbaiki. Karena jembatan Desa Lamsie merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan beberapa desa ke ibukota kecamatan. Warga kini terpaksa mengandalkan jalur dari Kecamatan Indrapuri.
Â
Pidie dan Aceh Timur Juga Banjir
Â
Banjir juga melanda kawasan Kecamatan Mutia Timur, Indra Jaya, Kembang Tanjong, Glumpang Baro, dan Peukan Baro, Kabupaten Pidie. Meski demikian dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Sedangkan banjir di sejumlah kawasan di Aceh Timur hingga kini masih membuat 8.269 KK terpaksa mengungsi di sejumlah ruas jalan Banda Aceh-Medan dan juga meunasah (mushala) setempat.
 (ray/djo)











































