BIN Atensi Dugaan 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia

BIN Atensi Dugaan 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia

Adrial akbar - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 15:25 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2026).
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2026). (Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra bicara soal delapan WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia. Herindra menyebut perihal ini telah menjadi atensi lembaganya.

"Pastilah (jadi atensi BIN)," kata Herindra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

BIN masih mendalami lebih lanjut terkait urusan delapan WNI yang direkrut tentara Rusia. Termasuk didalami apakah WNI menjadi target tentara Rusia untuk direkrut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ntar kita dalamin lebih lanjut ya," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, berdasarkan informasi dari otoritas intelijen Indonesia, perekrutan para WNI itu dilakukan oleh negara pihak ketiga yang seolah-olah membuka lowongan pekerjaan dengan gaji besar.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).

Dasco menyebut para WNI tersebut mendaftar dan kemudian dikirim menjadi tentara. Ia menyebut pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah berkoordinasi dan mengirimkan utusan ke negara terkait.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara, begitu informasi yang kami dapat dan pada saat ini otoritas intelijen," ujar Dasco.

"Dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi berkoordinasi dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," ungkapnya.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang memastikan pihaknya terus memverifikasi informasi ihwal WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia melalui perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Yvonne menyatakan pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya terhadap para WNI tersebut.

"Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut," kata Yvonne dalam keterangannya, Senin (31/8).

Simak juga Video 'Putin Mau Perang Ukraina Berakhir, Bukan Cuma Dibekukan':

Halaman 2 dari 2
(ial/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini