Mengapa Asap Karhutla Berdampak pada Penerbangan? Ini Kata BMKG

Mengapa Asap Karhutla Berdampak pada Penerbangan? Ini Kata BMKG

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 11:46 WIB
Kabut asap ganggu penerbangan di Bandara Supadio Kalbar (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Kabut asap ganggu penerbangan di Bandara Supadio Kalbar (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta -

Penerbangan kamu pernah delay atau dialihkan gara-gara asap karhutla? Saat fenomena El Niño melanda dan puncak musim kemarau tiba, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat pesat. Asap pekat yang terbawa angin hingga ke area bandara membuat jarak pandang berkurang drastis.

Saat ini, Indonesia sedang berada pada periode puncak musim kemarau. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

Berikut ini penjelasan BMKG soal mengapa asap karhutla dapat memengaruhi penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hubungan El Nino dengan Asap Karhutla

Perlu diketahui, El Niño bukan penyebab langsung karhutla. El Niño adalah fenomena yang dapat memengaruhi pola hujan di Indonesia.

Ketika intensitas El Niño sangat kuat, curah hujan dapat berkurang di banyak wilayah Indonesia sehingga kondisi udara menjadi lebih kering, mengakibatkan risiko kekeringan dan karhutla meningkat. Pengaruh El Niño dengan intensitas sangat kuat dan IOD positif masih menjadi faktor yang mendukung kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Saat fenomena El Niño melanda dan puncak musim kemarau tiba, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat pesat. Asap pekat yang terbawa angin hingga ke area bandara membuat jarak pandang (visibility) berkurang drastis.

Dampak Asap Karhutla pada Bandara

Ketika hutan atau lahan terbakar, maka akan menghasilkan asap dan partikel. Asap kebakaran hutan dan lahan ini dapat terbawa angin dan mencapai wilayah di sekitar bandara.

Di dunia penerbangan, informasi jarak pandang merupakan salah satu informasi meteorologi yang penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan. Saat asap semakin pekat, maka jarak pandang semakin pendek.

Jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan untuk pesawat dapat lepas landas atau mendarat, dapat menyebabkan penyesuaian penerbangan seperti penundaan, pengalihan, atau pembatasan operasi demi keselamatan.

BMKG terus berkomitmen untuk mendukung keselamatan operasi penerbangan melalui penyediaan informasi cuaca untuk hampir seluruh bandara di Indonesia termasuk rute penerbangannya, meliputi:

  1. Pengamatan cuaca aktual
  2. Prakiraan cuaca
  3. Peringatan dini cuaca
  4. Dokumen penerbangan untuk pilot dan maskapai
  5. Kondisi aloptama yang optimal

Informasi lebih lanjut terkait cuaca penerbangan dapat diakses di:

Lihat juga Video 'Kebakaran di Nakula Denpasar Kembali Membesar, Bedeng Dilalap Api':

(kny/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini