4 Anak Kucing Dianiaya Sadis di SMKN Balikpapan, Kepsek Bantah Terlibat

4 Anak Kucing Dianiaya Sadis di SMKN Balikpapan, Kepsek Bantah Terlibat

Ary Nindita - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 11:42 WIB
Ilustrasi kucing
Foto: Ilustrasi kucing (Getty Images/iStockphoto/Thinnapob)
Jakarta -

Heboh dugaan penganiayaan empat anak kucing di lingkungan SMK Negeri 3 Balikpapan. Pihak sekolah membantah terlibat kasus ini.

Awalnya, Ketua Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa, Roger Paulus Silalahi, mengatakan informasi tersebut terungkap setelah dirinya datang langsung ke Balikpapan. Ia kemudian melaporkan ke Polresta Balikpapan untuk diusut.

"Jaringan Animal Lovers awalnya menerima dokumentasi terkait kondisi empat anak kucing dengan luka parah. Kondisi kucing dalam foto tersebut sangat mengerikan, tubuhnya terbelah-belah," ujarnya, dilansir detikKalimantan, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roger kemudian menemui siswa SMKN 3 Balikpapan untuk memastikan kasus tersebut. Siswa itu disebut sebagai orang pertama yang mendokumentasikan kondisi kucing tersebut.

Atas dasar penelusurannya, Roger bersama tim melaporkan kasus penganiayaan terhadap empat anak kucing kepada Polresta Balikpapan. Laporan itu disertai foto kondisi kucing, kemudian menghadirkan siswa yang pertama kali mengambil gambar setelah kejadian.

Kepala SMKN 3 Balikpapan, Sukarni Chandra, membantah dugaan keterlibatan sekolah dalam kasus penganiayaan empat kucing yang terjadi di lingkungan sekolah. Ia menegaskan dirinya tidak pernah melakukan, memerintahkan, ataupun membenarkan tindakan penganiayaan terhadap kucing.

"Kepala SMK Negeri 3 Balikpapan tidak pernah melakukan, tidak pernah menyuruh, dan tidak pernah membenarkan tindakan penganiayaan atau pembantaian kucing dalam bentuk apa pun," katanya.

Sukarni menyebut tuduhan yang berkembang di media sosial sebagai fitnah dan hoaks. Kondisi ini dinilainya sengaja dibuat untuk membunuh karakter dirinya. "Informasi yang menggiring ke opini negatif yang menyesatkan ini, apalagi menjatuhkan kredibilitas kepala sekolah, atau merusak nama baik institusi pendidikan supaya distop saja," kata Sukarni.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak juga Video 'Cerita Mas Zul Jagain Kucing-kucing Liar di Momen Demo':

(rdp/rdp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini