Museum di jalan Turfmarkt 30 itu mulai diduduki hari ini Minggu (9/12/2007) pada pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.
Dalam pernyataannya, Initiatiefgroep Capelle yang mendalangi aksi mengatakan bahwa penduduk di Maluku berada dalam penindasan, kekerasan dan penyiksaan oleh pemerintah Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan, bahwa Museum Perjuangan (Verzetsmuseum) dipilih karena museum tersebut melambangkan perjuangan melawan pelanggaran HAM selama Perang Dunia II dan hari ini.
Den Haag
Demonstrasi direncanakan juga digelar di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luarnegeri Belanda di Den Haag, Senin besok. Selain itu mereka juga akan bergerak ke Mahkamah Internasional di Vredes Paleis (Istana Perdamaian), sekitar 400 meter dari KBRI.
Selanjutnya demonstran akan melanjutkan aksinya ke parlemen Belanda di kompleks Binnenhof. Mereka juga akan menyerahkan petisi ke berbagai kedutaan asing, parlemen dan Kemlu. Aksi akan diakhiri di Malieveld, alun-alun besar di jantung Den Haag.
Dalam aksi-aksi sebelumnya, Initiatiefgroep Capelle mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan biru-putih-hijau-merah. (es/es)











































