"Kebutuhan panser itu 150 dan rencananya dalam waktu 2 tahun. Tapi saya minta diselesaikan dalam waktu 1 tahun," kata Kalla di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Sabtu (8/12/2007).
Kalla menjelaskan, pengadaan ini untuk menyukseskan program pengadaan alutsista yang memang difokuskan diadakan perusahaan dalam negeri. "Peralatan lainnya, senjata untuk tentara juga peralatan patroli maritim yang dulu dipesan dari LN coba dipesan dari dalam negeri," ujarnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besar penghematannya. Kalau beli panser luar negeri Rp 10 miliar. Panser pindad tanpa senjata Rp 4,5 miliar, ditambah senjata Rp 5,5 miliar. Jadi masih ada penghematan 50-60 persen," terangnya.
Kalla menjelaskan, pengadaan alutsista dari perusahaan dalam negeri akan ditalangi terlebih dahulu oleh bank BUMN. Biaya ini akan diambil lewat kredit ekspor yang akan dibayarkan dalam APBN 2009-2010.
"Total dananya sekitar Rp 3 triliun. Yang mendanai BRI, BNI, Mandiri. Ya bank BUMN saja. Tapi kan dijamin pemerintah," pungkasnya. (gah/gah)











































