KSAD Jamin Warga Dayak Bertato Tradisional Boleh Daftar TNI

KSAD Jamin Warga Dayak Bertato Tradisional Boleh Daftar TNI

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 17:16 WIB
KSAD Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal Maruli (Dok. Kementan)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan masyarakat suku Dayak tetap diperbolehkan mendaftar sebagai prajurit TNI meski memiliki tato yang merupakan tradisi. Menurut dia, ketentuan tersebut sudah lama berlaku.

"Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu. Dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan," kata Maruli seusai rapat kerja bersama Komisi I DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Maruli mengatakan belum mengetahui apakah ada masyarakat Dayak dengan tato tradisional yang mendaftar menjadi prajurit TNI. Dia menjamin tidak ada masalah dengan tato tradisional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi sejauh ini memang belum ada yang mendaftar yang seperti itu, nanti kami akan cari lagi. Ya itu kan suku Dayak kan nggak semua bertato, jadi sebenarnya nggak ada masalah sih. Yang berminat kita belum tau, nanti kita cari lagi lah. Kita pastikan," jelasnya.

Maruli berharap ada keterwakilan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Dia mengatakan TNI tengah menambah personel.

"Karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi sekarang kita menambah personel, kalau bisa lebih banyak, lebih bagus," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto hingga para Kepala Angkatan. Prabowo membahas sejumlah hal salah satunya terkait perekrutan warga suku Dayak yang ingin menjadi prajurit TNI.

Rapat digelar di Hambalang, Jawa Bawat, Sabtu (29/8), sejak sore hingga malam. Hadir pula dalam rapat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Momen rapat itu diunggah Teddy melalui Instagram Sekretariat.kabinet. Teddy mengungkap Prabowo juga membahas persoalan penanganan pascagempa hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatera," ujar Teddy.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Prabowo Pimpin Panen Raya Bersama TNI Serentak di 43 Titik "
[Gambas:Video 20detik] (amw/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini