"Sebaiknya kalangan sipil dapat menghormati otonomi militer menentukan pemimpinnya di antara mereka, sejauh berada dalam koridor konstitusional dan kelazimannya," ujar anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi.
Hal itu disampaikan Yuddy dalam perbincangan dengan detikcom di sela-sela kunjungan Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yuddy, siapapun yang dipilih SBY menjadi KSAD, tidak perlu dipersoalkan. Sebab SBY memiliki kewenangan konstitusi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Bersenjata sesuai UU.
"Sama halnya kalangan sipil tidak ingin urusannya diintervensi militer. Inilah toleransi yang harus kita berikan kepada tentara, untuk membuat mereka memberikan rasa hormat yang sama pada kalangan sipil," pungkas Yuddy.
Sejumlah nama beredar sebagai calon KSAD. Mereka adalah Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Kasum TNI Letjen TNI Erwin Sudjono, Pangkostrad Letjen TNI George Toisutta, Sekretaris Menko Polhukam Letjen TNI Agustadi Sasongko, Wakasad Letjen TNI Cornel Simbolon, dan Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Bambang Darmono.
(nik/sss)











































