Moratorium hutan ditentang Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan (World Businness Council for Sustainable Development/WBCSD). Moratorium dinilai justru hanya akan meningkatkan emisi karbon.
"Pelarangan tebang hutan akan mengurangi ketersediaan kayu, meningkatkan harga kayu dan kertas, sehingga menciptakan pasar untuk produk pengganti non-plastik," ungkap Managing Director WBCSD James Griffiths.
James yang memiliki gelar di bidang politik internasional dari Universitas Hawaii menyampaikannya dalam jumpa pers bersama Riaupulp di sela UNCCC 2007 di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali, Sabtu (8/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, WBCSD yang di Indonesia hanya beranggotakan Riaupulp, lebih memilih model sustainable forest management sebagai solusi pengurangan emisi karbon.
Model sustainable forest management ini dikembangkan lagi oleh Riaupulp dengan model mosaic plantation.
"Konsep ini mensinergikan aspek sosial, lingkungan serta ekonomi perusahaan sehingga bisa menghasilkan manfaat secara maksimal bagi masyarakat, perusahaan, dan lingkungan," tutur Dirut Riaupulp Rudi Fajar di tempat yang sama.
(aba/umi)











































