Namun pemakaman yang berlangsung selama 5 menit tersebut hanyalah sebuah pertunjukan teatrikal menyambut hari HAM pada 10 Desember.
Dalam pertunjukan teatrikal tersebut, mereka yang mayoritas berkaos hitam melakukan ritual pemakaman. Tangisan, tabur bunga, bakar kemenyan, dan replika batu nisan berbentuk gulungan kertas menghiasi pemakaman itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu koordinator aksi Maria Olivia mengatakan, kekerasan merupakan pikiran, sehingga kekuatan dapat menghancurkan kualitas kehidupan dan mengabaikan HAM. Karena itu situasi kekerasan harus dilawan.
Aksi mereka di Bundaran HI merupakan akhir dari aksi longmarch dari Jakarta Media Center (JMC) - Kedubes AS - Balaikota - Patung Kuda.
Aksi mereka tidak memacetkan jalan, namun pengguna jalan sempat melambatkan laju kendaraan untuk melihat aksi teatrikal itu. (nik/sss)











































