Karya yang dibeli berupa baju etnik, baju bordir, dan makanan bikinan perempuan Indonesia di Lapangan Parkir IRTI, Monas, Jakarta, Sabtu (8/12/2007).
"Ini bagus, bikinannya bagus-bagus," puji Meutia sambil melihat-lihat baju-baju yang dipajang di stan-stan pameran dan bazar. Sementara ajudan Meutia merogoh kocek untuk membayar barang-barang yang dibelinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara dimulai dengan suguhan tari Lenggang Nyai dari Dharma Pertiwi. Tarian sempat terhenti gara-gara listrik byar pet. Namun setelah nyala kembali, tarian dilanjutkan.
Saat Meutia hendak menggunting rangkaian melati dan melepas rangkaian balon sebagai simbol pembukaan acara pun sempat bermasalah. Gapura untuk pengguntingan melati jatuh. Namun setelah dibetulkan, acara terus berlanjut.
"Hasil karya perempuan Indonesia kreatif dan indah. Siapa yang membeli barang mereka, ya kita sendiri. Kalau tidak, usaha mereka tidak akan berhasil," kata Meutia.
Membeli produk karya perempuan Indonesia, lanjut dia, harus ditumbuhkan sebagai suatu kebiasaan, ketimbang membeli karya negara Asia lainnya. Tujuannya agar kegiatan ekonomi perempuan Indonesia meningkat.
"Supaya mereka tidak menjadi beban dan hambatan bagi kaum laki-laki. Jadi belilah produk bikinan kaum ibu Indonesia," imbau Meutia yang didampingi Ketua Umum Panitia Nasional PHI ke-79 Ratna Sinarsari Djoko Suyanto yang juga istri Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto. (sss/ana)











































