Menag Nego Kontrak Pemondokan Haji Selama 25 Tahun

Menag Nego Kontrak Pemondokan Haji Selama 25 Tahun

- detikNews
Sabtu, 08 Des 2007 15:53 WIB
Jakarta - Selain menjadi amirul haj, Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni juga berencana melakukan negosiasi dengan otorita Mekah, Arab Saudi. Menag berharap mendapat sewa pemondokan jamaah haji yang layak selama 25 tahun.

"Saya akan bertemu dengan otorita Mekah yang membangun pemondokan di Jabal Umar. Kami akan membahas syarat-syarat untuk bisa mendapatkan kontrak perjanjian jangka panjang," ujar Menag Maftuh Basyuni.

Hal itu disampaikannya pada wartawan di kediamannya, Jl Widya Chandra III no 12 A, Jakarta, Sabtu (8/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya, Maftuh menggunakan lamanya kontrak dan jumlah jamaah haji RI yang besar sebagai tawaran.

"Saya katakan kami punya jamaah 210 ribu. Dan dana plafonnya 2.000 real per orang selama musim haji. Itu untuk 15 atau 20 tahun, yang penting di atas 10 tahun," kata dia.

Bila pemondokan selesai dibangun, Maftuh berharap agar nantinya semua jamaah haji RI bisa menginap di kawasan pusat kota Mekah itu.

"Nanti setelah pulang dari sana saya beri tahu hasilnya," janji dia.

Saat ini 210 ribu jamaah RI ditempatkan di 367 gedung, dengan perincian 43 gedung (13.601 jamaah) berjarak 500-1.000 meter dari Masjidil Haram, 215 gedung (108.879 jamaah) berjarak 1.000-1.600 meter, dan 109 gedung (76.334 jamaah) berjarak 1.601-2.500 meter. Sedangkan pemondokan di Madinah disewa 10 Majmuah dan 10 hotel transit di Jeddah.

Proyek Jabal Umar merupakan proyek pengembangan kawasan pusat kota Mekah yang bertujuan membangun akomodasi bagi 3 juta penduduk dan 8 juta jamaah haji dan umrah. Pembangunan itu mencakup hotel-hotel berbintang 5 dan pusat-pusat komersial. (nwk/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini