Dalam simulasi itu, personel Kopassus diharuskan membidik sasaran berupa 10 balon warna warni, seperti biru, kuning dan merah muda. Balon kuning tercatat 4 buah.
Namun saat personel Kopassus tengah menyiapkan senjata untuk membidik balon-balon berisi air itu, Kalla tiba-tiba berseru, "Jangan kau tembak yang kuning itu!"
Ucapan Kalla sontak membuat pejabat tinggi negara yang mendampinginya, seperti Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzeta, Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BKPM M Lutfi dan Gubernur Jawa Barat Denny Setiawan terbahak-bahak.
Bukan apa-apa, warna kuning di dunia parpol Indonesia sangat identik dengan Partai Golkar yang dipimpin pria asal Makassar itu.
Permintaan Kalla benar-benar dipenuhi personel Kopassus yang berlaga. Balon kuning tetap utuh, sedangkan balon lainnya pecah tertembus peluru.
Sebelum menyaksikan simulasi perang, Kalla sempat melihat-lihat ruang pamer PT Pindad yang menampilkan sejumlah senjata produksi pabrik itu dan non militer, seperti tabung gas dan mesin membuat biodiesel.
Di ruang pamer ini pula, Kalla sempat menaiki sebuah panser. Namun tidak ada komentar dari mulutnya setelah turun dari kendaraan berat itu.
Sebelum meninggalkan PT Pindad, Kalla mendapatkan kenang-kenangan berupa model senjata laras panjang SS-22 yang berlapiskan emas. (umi/ana)











































