Fenomena Langit September 2026: Daftar Peristiwa dan Jadwalnya

Fenomena Langit September 2026: Daftar Peristiwa dan Jadwalnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 12:12 WIB
Ilustrasi Fenomena Langit
Ilustrasi pengamatan fenomena langit (Foto: Patrick Hendry/Unsplash)
Jakarta -

Sejumlah fenomena langit akan menghiasi September 2026. Peristiwa astronomi tersebut mencakup hujan meteor, ekuinoks September, hingga Bulan Purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon.

Fenomena langit di bulan ini dapat menjadi agenda bagi masyarakat yang tertarik mengamati benda-benda langit. Berikut daftar peristiwa astronominya merujuk kalender astronomi In The Sky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hujan Meteor Aurigid 1 September

Hujan meteor Aurigid mencapai puncaknya pada 1 September 2026. Hujan meteor ini aktif sejak 28 Agustus hingga 5 September dengan perkiraan aktivitas maksimum sekitar enam meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal.

Aurigid berasal dari arah rasi bintang Auriga. Meteor muncul ketika serpihan material yang ditinggalkan benda induknya memasuki atmosfer Bumi dan terbakar. Induk hujan meteor Aurigid diketahui berkaitan dengan komet C/1911 N1 (Kiess).

Hujan Meteor ε-Perseid 9 September

Berikutnya ada hujan meteor September ε-Perseid yang mencapai puncak sekitar 9 September 2026. Fenomena ini aktif pada 5-21 September dan memiliki perkiraan laju maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit ideal.

Radiannya berada di kawasan rasi Perseus. Hujan meteor ini diperkirakan memiliki kondisi pengamatan yang cukup baik karena puncaknya berdekatan dengan fase Bulan Baru sehingga cahaya Bulan relatif minim mengganggu pengamatan.

Titik Balik Matahari 23 September

September juga menjadi waktu terjadinya ekuinoks atau yang kerap disebut titik balik matahari. Peristiwa ini menandai saat Matahari melintasi bidang ekuator Bumi sehingga durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi berada dalam kondisi yang hampir sama.

Pada 2026, ekuinoks September berlangsung sekitar 23 September dalam kalender Indonesia. Peristiwa tersebut menandai awal musim gugur di belahan Bumi utara dan awal musim semi di belahan Bumi selatan. Indonesia yang berada di sekitar ekuator tidak mengalami pergantian musim seperti wilayah empat musim.

Purnama Harvest Moon 26 September

Pada 26 September 2026, Bulan akan mencapai fase purnama. Bulan mencapai fase purnama pada 26 September pukul 16.48 UTC (23.48 WIB). Dari Indonesia, Bulan Purnama dapat diamati pada malam hari di sekitar tanggal tersebut.

Purnama tersebut dikenal dengan sebutan Harvest Moon karena menjadi Bulan Purnama yang paling dekat dengan ekuinoks September pada tahun ini. Sebutan Harvest Moon sendiri merupakan nama tradisional yang digunakan untuk Bulan Purnama yang berkaitan dengan periode panen.

Hujan Meteor Sextantid 27 September

Kemudian ada hujan meteor Sextantid mencapai puncaknya pada 27 September 2026. Hujan meteor tersebut aktif sejak 9 September hingga 9 Oktober dan memiliki perkiraan laju sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal.

Sextantid memiliki titik radian di rasi Sextans. Fenomena ini disebut sebagai hujan meteor siang hari karena titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit. Kondisi tersebut membuat pengamatan meteor menjadi lebih sulit, terutama ketika cahaya Matahari sudah mendominasi langit.

Itulah sejumlah fenomena astronomi September 2026 yang dapat dicatat. Waktu dan tingkat keterlihatan setiap fenomena dapat berbeda bergantung pada lokasi pengamat, kondisi cuaca, tingkat polusi cahaya, serta waktu terbit dan terbenamnya benda langit.

Lihat juga Video: Lampung Heboh! Benda Bercahaya Mirip Meteor Melintas di Langit

(wia/idn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini