Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada upaya mematikan CCTV milik Pemprov DKI Jakarta saat aksi penyampaian pendapat yang berlangsung beberapa waktu lalu. Dia memastikan kondisi di lapangan tetap termonitor.
Pramono awalnya ditanya soal perkembangan penanganan CCTV yang rusak di kawasan Pejompongan saat aksi demonstrasi. Dia pun membantah adanya upaya untuk mematikan CCTV agar kondisi aksi demonstrasi tidak terpantau.
"Jadi tidak benar bahwa ada upaya untuk mematikan CCTV dan sebagainya karena semuanya termonitor dan kami mempunyai data untuk itu," kata Pramono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengatakan hanya ada satu-dua titik fasilitas yang mengalami kerusakan. Namun kondisi tersebut tidak membuat sistem pemantauan CCTV DKI secara keseluruhan terganggu.
"Jadi sekali lagi yang memang ada hanya satu-dua titik, tetapi secara keseluruhan berjalan dengan baik," tuturnya.
Di sisi lain, dia mengatakan Pemprov DKI saat ini masih mendalami kerusakan sejumlah fasilitas publik. Pramono memastikan secara keseluruhan fasilitas publik DKI tetap berjalan dengan baik saat demo.
"Berkaitan dengan fasilitas publik apakah itu CCTV, halte, dan yang lain-lain yang kemudian mengalami kerusakan ketika adanya aksi unjuk rasa, tentunya kami sekarang sedang mendalami itu, termasuk yang di Pejompongan," ungkapnya.
"Jadi saya harus menyampaikan secara keseluruhan sebenarnya pelaksanaan ketika terjadi demo kemarin hampir semua fasilitas publik kita itu berjalan dengan baik," imbuhnya.
Simak Video: Pramono Bantah CCTV DKI Dimatikan Saat Demo










































