Balita di Malang Kritis Usai Dianiaya Ibu dan Pacarnya gegara Ngompol

Balita di Malang Kritis Usai Dianiaya Ibu dan Pacarnya gegara Ngompol

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2026 16:13 WIB
Penanganan medis seorang balita korban penganiayaan ibu dan pacarnya di Malang.
Penanganan medis seorang balita korban penganiayaan ibu dan pacarnya di Malang. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Seorang balita (3) di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu dan kekasih ibunya. Korban dalam kondisi kritis di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Dilansir detikJatim (29/8/2026), bocah malang itu harus menjalani perawatan medis intensif akibat luka parah serta dugaan penganiayaan dan penelantaran yang dilakukan ibu kandungnya, SM (21) bersama pasangan prianya berinisial MA (26).

Kondisi pilu yang dialami korban terungkap setelah pihak rumah sakit menemukan sejumlah luka lebam serta cedera serius di sekujur tubuh balita tersebut. Tubuh korban juga mengalami penurunan kondisi fisik secara drastis saat dilarikan ke rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo menegaskan penanganan medis dan pemulihan kesehatan korban menjadi prioritas utama pihak kepolisian saat ini, di samping pengusutan kasus pidana. Dugaan penganiayaan berulang kali dipicu oleh hal sepele, karena kekesalan pelaku saat korban mengompol.

"Hingga pengungkapan kasus ini, Unit PPA bersama instansi terkait terus mendampingi korban di RSSA. Keselamatan dan pemulihan korban menjadi perhatian kami," kata Aji.

Ibu kandung korban dan pasangannya ditangkap polisi di wilayah Poncokusumo, Kabupaten Malang, telah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya kini terancam dijerat pasal berlapis. Menurut informasi, ibu korban masih memiliki suami yang saat ini tersandung kasus narkoba.

Baca selengkapnya di sini.

Tonton juga video "Viral Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo Dianiaya Pegawai KSOP"

(rfs/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini