"Saya ini tidak punya keinginan jadi capres. Saya ini rasional saja," tegas SB saat bertemu para editor media se-Surabaya di Hotel Shangri La, Jl Mayjend Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/12/2007).
Alasan menolak mencapreskan diri, menurut pria yang pernah digosipkan ada hubungan dengan artis Nia Paramitha ini, adalah karena polularitas dirinya belum memenuhi syarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modal 32 persen, lanjut SB, masih belum layak untuk maju bertarung pada 2009 mendatang. "Menurut lembaga survei yang ada untuk tampil jadi capres harusnya popularitasnya mencapai 80 persen," terangnya.
Meski tidak mencalonkan diri, kata SB, bukan berarti PAN tidak punya capres. PAN, lanjut SB, tidak mempermasalahkan jika nantinya capres yang diusung partainya berasal dari nonkader.
"Kita sangat terbuka. Karena saat ini pemilih menentukan pilihan bukan melihat partai itu bagus atau tidak. Tapi adalah yang dicari idola. Berarti kuncinya popularitas. Jujur saja istri maupun anak-anak saya saat pemilu lalu memilih SBY. Yang saat itu memang diidolakan kaum wanita," sambungnya sambil tersenyum.
Dalam pilpres mendatang, SBY berkeinginan banyak bermunculan wajah-wajah baru yang bisa menyelesaikan persoalan bangsa. "Jangan L4. Lu Lagi Lu Lagi," cetus SB yang disambut gerr.
Selain itu, SB juga menyatakan bahwa apa yang dikerjakan selama ini juga memiliki peran penting yang sama untuk ikut mencari solusi masalah bangsa.
"Saya kepingin menyiapkan buku biru yang ditelorkan dari Solusi Centre. Buku itu natambah pria," ujar pria yang sedang mengakampanyekan PAN sebagai partai modern yang menjunjung tinggi pluralisme ini. (gik/nvt)











































