Peristiwa itu terjadi setelah beberapa orang warga korban gempa di Dusun Bibis Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (7/12/2007) menerima bantuan dana rekonstruksi rusak ringan sebesar Rp 1 juta.
Saat itu korban yang bernama Tugianto (33) bersama 18 warga lain menerima bantuan dari desa setempat. Warga sepakat akan memotong dana bantuan sekitar Rp 50 ribu alias goban hingga Rp 100 ribu untuk diberikan kepada warga yang tidak menerima. Bantuan itu akan diberikan langsung melalui ketua RT setempat.
Pada Rabu 5 Desember 2007 sore, korban menuju rumah Ketua RT Jiyono untuk menyerahkan uang yang dikumpulkan sesama warga penerima bantuan. Uang yang biasa di sebut uang kearifan lokal itu akan diberikan warga yang tidak menerima sebagai tali asih.
Saat duduk dibawah pohon bambu rumah ketua RT yang juga menjadi tempat berdagang mebel itu, tiba-tiba Tugianto ditendang oleh tersangka Sudarjo (30). Tendangan Sudarjo langsung mengenai muka dan hidung Tugianto hingga patah. Tugianto terjatuh hingga tertimpa tumpukan kusen dan daun pintu yang ada di dekatnya.
Korban lantas pingsan hingga harus dilarikan ke RS Bethesda Yogyakarta. Karena hidungnya patah, dokter rumah sakit terpaksa melakukan operasi.
Tugianto kepada wartawan di ruang Hisbiscus RS Bethesda, Jumat (7/12/2007) mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Dlingo. Pihaknya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap tersangka yang juga masih tetangga korban.
"Saya tidak tahu, kenapa Sudarjo mengamuk hingga menendang saya. Mungkin dia tidak sabar hingga marah karena belum diberi uang, padahal uang itu sudah kami serahkan ke Pak RT," kata Tugianto sambil meringis menahan rasa sakit. (bgs/nvt)











































