Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Barat mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalbar mengalami peningkatan seiring kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saat ini, sebanyak 165.727 kasus ISPA terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 22 Agustus 2026.
Kepala Dinkes Kalbar, dr Erna Yulianti, mengatakan data itu merupakan laporan yang masuk melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sistem tersebut dipakai untuk mendeteksi perubahan tren penyakit di masyarakat.
"Dari periode 1 Januari sampai 22 Agustus 2026 tercatat sebanyak 165.727 kasus ISPA yang dilaporkan melalui sistem alert kami," kata Erna dilansir detikKalimantan, Sabtu (29/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan data Dinkes menunjukkan tren peningkatan ISPA mulai terlihat sejak minggu ke-21 atau sekitar akhir Mei 2026. Erna mengatakan kenaikan itu terus berlangsung pada pertengahan Agustus. Secara proporsi, ISPA dilaporkan mencapai sekitar 29 kasus per 1.000 penduduk.
Kemudian kondisi pada minggu ke-32 menjadi perhatian. Hal itu karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas hotspot di wilayah Kalbar. Dia mengatakan peningkatan kasus terlihat dari kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Terjadi peningkatan ISPA di fasilitas pelayanan kesehatan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Artinya kunjungan masyarakat ke puskesmas lebih meningkat," jelasnya.
Baca selengkapnya di sini.










































