Diduga Dibunuh, Kakek Nenek Ditemukan Tewas di Dalam Rumah

Diduga Dibunuh, Kakek Nenek Ditemukan Tewas di Dalam Rumah

- detikNews
Jumat, 07 Des 2007 18:40 WIB
Bandung - Sepasang Kakek nenek, Arnidas Asrin (79) dan Bahariah (76), ditemukan tewas di kediamannya di Komplek Margayahu Barat RT 6 RW 10 Blok S2 No 90. Keduanya diduga dibunuh dua hari lalu. Belum diketahui motif pembunuhan kakek nenek ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, sekitar pukul 15.30 WIB, cucu pasangan naas ini, Willy (20) datang. Namun karena mencium bau busuk yang menyengat, dia kemudian lapor polisi. Beberapa saat kemudian, polisi dari Polsek Margacinta datang.

Karena pintu terkunci dari dalam, akhirnya pintu depan didobrak. Arnidas di temukan tewas terlentang di atas kasur dengan kepala bersimbah darah. Sementara istrinya, Bahariah telungkup di depan kamar mandi dengan kepala yang juga bersimbah darah.

Darah dikepala keduanya sudah mengering. Polisi menduga, mereka dibunuh dua hari lalu. Tidak ada kerusakan baik di pintu maupun jendela. Namun keadaan rumah acak-acakan. Belum diketahui secara jelas barang apa yang hilang.

Menurut salah satu anggota polisi, Rabu 5 Desember, warga melihat ada dua orang tamu yang datang dengan menggunakan sepeda motor.

"Cucunya Willy datang ke sini pun setelah ditelpon tukang ojek yang heran karena rumah Arnidas sepi. Biasanya setiap Jumat sore, Bahariah selalu naik ojek langganannya itu untuk ngaji," ujar polisi yang tidak mau identitasnya disebutkan ini, Jumat (7/12/2007).

Sementara menurut adik kandung Arnidas, Asmaedi Asrin, kedatangan Willy karena diminta oleh tantenya yang berada di Jakarta.

"Anaknya yang ada di Jakarta Lina menelepon beberapa kali ke rumahnya, tapi tidak ada yang angkat. Makanya Willy disuruh nengok. Tapi pas datang ke sini, di halaman sudah tercium bau busuk," tuturnya.

Apud (36), tetangga korban mengaku terakhir kali melihat Arnidas membeli roti pada Rabu pagi. "Mereka kan sudah tua, jadi jarang keluar. Paling-paling duduk di teras," ujar Apud.

Dari TKP polisi mengamankan satu buah palu, dua gelas, satu kaleng bir bintang, dan pavling blok. Sekitar pukul 18.25 WIB, kedua jenazah dibawa ke RS Hasan Sadikin. (ern/djo)


Berita Terkait