Suharyono, penumpang pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan 7-221 jurusan Jakarta-Balikpapan, masuk dalam kategori penumpang kritis tersebut.
Dia kesal karena menjelang 20 menit pesawat mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pilot dan pramugari tampak bercengkrama.
Kejadian ini berlangsung pada 28 November 2007. Pesawat itu meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 09.15 WIB lalu transit di Bandara Juanda.
"Saya lihat sendiri dengan jelas di ruang pramugari, tepatnya di belakang kokpit. Tentang isi pembicaraannya saya nggak tahu, tapi satu hal yang pasti saya lihat mereka melakukan hal yang tidak wajar," kata Suharyono kepada detikcom, Jumat (7/12/2007) di kantor hukumnya di Jl Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.
Suharyono juga menyampaikan kronologi secara tertulis ke manajemen PT Batavia Air.
Menurut Suharyono, saat itu dirinya duduk di kursi nomor 2C sehingga jarak pandang dari tempat duduknya sangat dekat dengan ruang kokpit. "Jelas risih dong, ini menyangkut keselamatan penumpang," ujarnya.
Suharyono juga menjelaskan, 2 menit setelah Kapten IF yang mempiloti pesawat itu keluar dari kamar kecil, Kapten IF langsung menemui pramugari berinisial Lz. Mereka terlihat bersenda gurau dan kejadian ini berlangsung 10 menit.
"Kendali pesawat diserahkan ke kopilotnya," ujarnya.
Kejadian lain yang dapat dilihat Suharyono ketika pilot IF akan kembali ke kokpit, dia sempat berangkulan dengan Lz. Dan Lz pun memeluk pinggang Kapten IF di hadapan penumpang. (mly/nrl)











































