Lion Air: Fairing Copot Insiden Kedua di Dunia

Lion Air: Fairing Copot Insiden Kedua di Dunia

- detikNews
Jumat, 07 Des 2007 14:26 WIB
Jakarta - Di Indonesia, fairing exhaust engine copot baru pertama kali terjadi. Namun fairing Lion Air yang copot itu tercatat sebagai insiden kedua yang terjadi di dunia.

"Ini kejadian kedua di dunia. Nggak tahu persisnya di mana yang pertama. Tetapi ini pertama terjadi di Indonesia," kata Quality Assurance Manager Lion Air Heru Susilo.

Hal ini disampaikan Heru dalam jumpa pers di Gedung Lion Air, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fairing exhaust engine Lion Air copot pada 4 Desember 2007. Namun insiden itu baru diketahui Lion Air pada 5 Desember 2007 setelah dilakukan pengecekan.

Menurut dia, copotnya fairing tidak mempengaruhi keselamatan penerbangan karena hanya sebatas aksesoris.

"Yang jatuh itu inner skin semacam exhaust. Kalau di mobil ujungnya knalpot yang bagian dalam. Jadi ujung bagian belakang, semacam pelapis saja," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Heru, Lion Air mengusulkan agar manufacture mengkaji lagi servis buletinnya Boeing.

"Jadi dalam tata laksana pemeriksaan pesawat, fairing tidak masuk dalam daftar check list pesawat. Tetapi dengan adanya kejadian ini, kita mengusulkan pada pabrikan agar menambahkan fairing ke dalam daftar check list," beber dia.

Dikatakan Heru, dirinya sudah mengambil salah satu bagian kotak hitam quick access recorder. Dari hasil pemeriksaan, tidak didapat performance yang melebihi atau kurang dari limitasi yang ditetapkan manufacture. Kondisinya normal.

Kenapa bisa lepas? "Di fairing tidak dilem, tidak dibaut, tetapi menggunakan rivet atau paku keling, sehingga tidak bisa dilepas. Ada satu rivet yang kendor yang terletak di belakang mesin, didorong oleh kekuatan mesin dan sobek," sahut Heru.

Pilot Lion Air Kapten Hariyanto mengatakan, penerbangan normal saat fairing copot.

"Semua normal, bahkan vibrasi juga tidak ada. Tidak berbahaya bagi pesawat kita, tetapi berbahaya bagi pesawat di belakangnya," kata Hariyanto. (aan/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads