Pemanasan Global Turunkan Tangkapan Nelayan Tradisional

Pemanasan Global Turunkan Tangkapan Nelayan Tradisional

- detikNews
Jumat, 07 Des 2007 13:45 WIB
Nusa Dua - Efek pemanasan global memang luar biasa dampaknya. Tidak hanya kerusakan lingkungan, kenaikan suhu permukaan bumi juga bisa menyebabkan kemiskinan. Bagaimana tidak, nelayan di Tanjung Benoa, Bali, mengaku kian sulit memancing ikan.

"Sekarang ikan jarang makan umpannya," keluh seorang nelayan Wayan Sujana kepada detikcom, Jumat (7/12/2007).

Lalu kenapa itu bisa terjadi? Walau bukan seorang ahli lingkungan, Wayan menjelaskan, ikan malas memakan umpan karena suhu air semakin dingin. Perubahan iklim telah menaikkan suhu daratan. Tapi, Wayan mengatakan suhu di laut justru sebaliknya, kian rendah. "Biasanya kalau hangat, ikan jadi ganas makan umpannya," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara ilmiah, Wayan tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Ia yakin sebenarnya ada ikan di laut, hanya saja tidak tertarik untuk terjebak umpannya.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua kelompok nelayan mawar kuning itu juga mengeluhkan kerusakan terumbu karang di daerah tangkapan ikannya. Ia menduga kuat kerusakan itu disebabkan penangkapan ikan dengan potasium atau menghancurkan karang.

Kerusakan karang adalah kehilangan penting bagi usaha untuk menurunkan emisi karbon dunia. Terumbu karang bisa berfungsi layaknya pohon yang dapat menangkap karbon.

(gah/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads