Demikian disampaikan oleh Direktur Kampanye Greenpeace Brazil Marcelo Fortudo dalam jumpa pers di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (7/11/2007).
"Perundingan dalam konferensi PBB untuk perubahan iklim yang berlangsung sampai hari Jumat (7/11/2007) ini belum memberikan hasil nyata untuk mencegah pemanasan global dan kerusakan hutan," jelasnya.
Dikatakan Fortudo, masalah kerusakan hutan yang menjadi masalah utama masih menjadi perdebatan yang panjang antar delegasi. "Setiap negara memiliki persepsi yang berbeda dalam menafsirkan masalah kerusakan hutan yang terjadi," tambahnya.
Sementara untuk urusan kompensasi keuangan, ada perdebatan yang panjang antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang mengenai dana kompensasi ataupun harga patokan karbon.
"Negara maju ingin mendapatkan kredit karbon dengan harga yang murah, sedangkan negara berkembang ingin secepatnya mendapatkan biaya yang murah dalam adaptasi mencegah perubahan iklim," tuturnya.
Jadi hal ini mengakibatkan perdebatan antara negara pada konferensi tersebut berputar pada masalah uang. Padahal tujuan utama dari perundingan ini adalah untuk mengatasi perubahan iklim akibat pemanasan global serta masalah kerusakan hutan.
(dnl/iy)











































