Pengasuh Bunuh Balita di Batam, Ada Luka Cekikan di Leher

Pengasuh Bunuh Balita di Batam, Ada Luka Cekikan di Leher

Alamudin Hamapu - detikNews
Kamis, 27 Agu 2026 10:41 WIB
Polisi menggelar konferensi pers kasus pembunuhan perempuan berinisial S (51) yang ditemukan tewas di Hutan Mentarau, Batam.
Foto: Polisi menggelar konferensi pers kasus pembunuhan perempuan berinisial S (51) yang ditemukan tewas di Hutan Mentarau, Batam. (dok. Polresta Barelang)
Batam -

Pengasuh berinisial TCH (29) tega mencekik balita berinisial MA (1 tahun 2 bulan) hingga tewas di kawasan Bengkong Abadi Baru, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau. Tersangka awalnya melapor ke majikan bahwa korban tenggelam di kolam mandi.

Peristiwa itu bermula ketika ibu korban, SA (20), menitipkan anaknya kepada tersangka berinisial TCH (29) karena harus bekerja. Pada Sabtu (22/8), SA mendapat informasi dari tersangka bahwa anaknya disebut terjatuh ke kolam renang.

"Awalnya tersangka menyampaikan kepada pelapor bahwa korban terjatuh ke kolam renang. Setelah dilakukan olah TKP, pemeriksaan saksi dan autopsi, ditemukan fakta bahwa keterangan tersebut tidak benar," kata Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono, dilansir detikSumut, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda korban meninggal akibat tenggelam. Sebaliknya, dokter menemukan luka pada bagian leher dan sejumlah cedera yang mengarah pada dugaan kekerasan.

"Penyidik kemudian mendalami kasus tersebut hingga akhirnya TCH mengakui perbuatannya," ujarnya.

Dari penyelidikan polisi saat kejadian, tersangka sedang menyuapi korban. Karena korban terus menangis dan menolak makan, tersangka emosi.

"Tersangka kemudian mencekik leher korban dari arah belakang menggunakan tangan kanannya. Korban selanjutnya terjatuh dan tidak sadarkan diri," ujarnya.

Polisi juga menemukan indikasi bahwa kekerasan terhadap korban diduga bukan baru sekali terjadi. Pada tubuh korban ditemukan bekas cubitan serta jaringan parut yang menunjukkan adanya luka yang telah mengalami proses penyembuhan.

"Berdasarkan hasil autopsi dokter forensik RS Bhayangkara, ditemukan memar pada kepala, luka lecet pada leher dan dada, perdarahan pada otak dan batang otak, serta resapan darah pada jaringan leher," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini

Lihat juga Video: Terungkap Brigadir Nurhadi Dicekik Sebelum Tewas di Kolam Vila

(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini