Kisah itu bahkan menjadi berita utama sebuah koran ibukota hari ini, Jumat (7/12/2007). Pengguna jalan yang berpapasan dengan pengasong koran yang memberitakan hal itu tentunya menyempatkan diri untuk meliriknya.
Namun, Direktur Batavia Air M Yamin menepis adanya kemesraan antara pilot dan pramugarinya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, imbuh Yamin, pihak maskapai masih terus menyelidiki kejadian tersebut sehingga pilot dan pramugari belum diizinkan terbang.
"Keduanya belum diizinkan terbang, sampai ditemukan titik kebenaran dari tim kami yang menyelidiki," lanjut Yamin.
Alasan lain tidak diizinkannya terbang pilot berinisial Irf dan pramugari Lis itu, menurut Yamin, untuk menjaga kondisi psikologis keduanya atas kejadian tersebut.
Yamin mengungkapkan, bila benar-benar peristiwa memalukan itu terjadi, maka pihaknya akan memberi sanksi kepada pilot dan pramugari tersebut.
"Belum tahu sanksinya apa," ujar dia saat ditanya apakah sanksi pemecatan diterapkan kepada pilot dan pramugari tersebut.
Batavia Air mengambil kebijakan itu setelah menerima pengaduan dari Suharyono, seorang pengacara yang juga penumpang Batavia Air 7-221 jurusan Jakarta-Balikpapan lewat Surabaya. Suharyono menilai saat pesawat akan landing, pilot dan pramugari bercengkrama di hadapan puluhan penumpangnya.
Harian Pos Kota menulis, pilot itu merangkul pramugari tersebut di hadapan penumpang, lalu pramugari membalasnya dengan memeluk pinggang sang pilot. uharyono yang risih pada sikap tak wajar itu dan khawatir hal itu akan mengganggu penerbangan, lalu melaporkan kejadian itu kepada Batavia Air, Menhub, Dirjen Perhubungan Udara dan KNKT.
(nik/nrl)











































