Pakar hukum penerbangan Kamis Martono menilai insiden itu semestinya tidak terjadi jika petugas bandara tidak membeda-bedakan pemeriksaan terhadap siapa pun.
"Itu menunjukkan bandara udara sangat lengah. Siapa pun seharusnya tetap harus dicurigai. Kecuali dapat izin masuk. Ini berbahaya, jangan dianggap enteng," ujarnya kepada detikcom, Jumat (7/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jaket itu kan mengelabui petugas, bisa saja nanti ada orang lain yang menggunakan dan memanfaatkan yang sama. Jadi siapa pun harus diperiksa sekalipun menteri seperti kejadian di India," katanya.
Menurut Martono, Indonesia sudah mengalami 4 kali kejadian yang berbahaya seperti ini. Seharusnya semua pihak bisa belajar dari kejadian sebelumnya karena bukan sekali ini saja terjadi.
"Dulu pernah Medan-Jakarta, Semarang-Jakarta, naik haji, sekarang ini kejadian lagi," imbuhnya. (ziz/nrl)










































