Ketua Delegasi AS Harlan Watson mengatakan, meskipun Australia sudah meratifikasi Protokol Kyoto, namun pemerintahan Bush tetap bersih kukuh dengan pendiriannya.
"Pada proses kami, pengambilan suara untuk mengubah sikap terhadap komite mengenai perubahan iklim belum bisa menjamin hasil akhirnya, saya juga tidak mengetahui detilnya seperti apa," jelas Watson di UNFCCC, Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (7/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara yang telah ditempuh misalnya, pemerintah Bush meminta inisiatif sektor swasta untuk mengembangkan teknologi hemat energi dan juga sumber-sumber energi alternatif seperti biofuel. Pemerintahan Bush juga meminta agar industri menggunakan bahan bakar batubara dan fosil dengan lebih bersih.
AS, dikatakan oleh Watson, juga sudah mengembangkan kerjasama dengan Indonesia untuk pengembangan teknologi guna menghadapi dan mencegah perubahan iklim yang terjadi.
Sampai saat ini AS memang masih merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar dengan luasnya perekonomian. Saat ini AS menghadapi genderang dari laporan-laporan ilmiah yang mengatakan dunia perlu membatasi kenaikan temperatur udara sampai 3.6 derajat ke atas, seperti yang pernah terjadi sebelum industrialisasi dunia menciptakan emisi gas rumah kaca ke atmosfer yang mengakibatkan perubahan iklim.
(dnl/iy)











































