Peristiwa pemecatan itu sebenarnya terjadi tahun 2005. Ketika itu Anthony Chiofalo, anggota kesatuan kontra teroris kepolisian kota New York harus menjalani tes narkoba. Dengan yakin, Anthony yang sudah bertugas selama 22 tahun itu menjalani tes yang dilakukan secara acak terhadap sejumlah polisi.
Hasilnya di luar dugaan dia. Urin dan darahnya dinyatakan positif mengandung zat terlarang. Anthony pun diberhentikan dari tugasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keinginan Catherine agar suaminya segera pensiun pun terkabul. "Saya tidak ingin suami saya terkena serangan jantung atau terbunuh. Saya ingin dia berada di sampingku untuk memmbesarkan anak-anak," tutur Catherine kepada penyidik.
Pengakuan ini tentu saja tidak diterima oleh kepolisian New York. Catherine dan Anthony diminta menjalani tes melalui alat uji kebohongan. Keduanya berhasil melalui tes.
Dalam tes, Anthony menyebutkan, istrinya memiliki mariyuana sebagai obat untuk mengurangi sakit punggung kronis yang dideritanya.
Hakim di pengadilan tinggi Manhattan merekomendasikan agar hak-hak Anthony dipulihkan. Namun kepala polisi Raymond Kelly menolak pendapat itu dan tetap pada pendiriannya, memecat Anthony.
(bal/nrl)











































