Jika Dialog Gagal, RI Ancam Balas Larangan Terbang UE

Jika Dialog Gagal, RI Ancam Balas Larangan Terbang UE

- detikNews
Jumat, 07 Des 2007 00:19 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mengupayakan dialog dan sejumlah langkah agar larangan terbang Uni Eropa (UE) dicabut. Jika semua gagal, tak menutup kemungkinan RI membalas larangan terbang UE.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2007). Menurut Jusman, langkah itu sudah dikomunikasikannya dengan Presiden SBY, Sabtu 1 Desember 2007 lalu.

"Presiden mengatakan, Anda harus melakukan tindakan yang terukur dan benar. Tindakan resiprokal (timbal balik) tempatkan ke last option. Yang penting kita minta lanjutkan negosiasi, dialog dan sebagainya," kata Jusman.

Sebelum itu, imbuh dia,  beberapa tindakan yang diambil adalah mengirim surat ke International Civil Aviation Organization (ICAO) mempertanyakan apakah tindakan UE ini bisa ditoleransi. Karena, lanjut Jusman, tindakan UE ini bisa berujung pada perang larangan terbang.

"Kalau ICAO mengatakan ini benar, maka Indonesia mengatakan baru akan memikirkan, Indonesia boleh dong melarang terbang," tukas Jusman.

RI juga akan mempertimbangkan kembali untuk membicarakan open sky (pasar bebas dunia penerbangan) dengan UE. Pembicaraan itu terancam berhenti.

"Kalau saya bicarakan open sky dan tandatangani, maka Anda (UE) yang untung. Lufthansa dan KLM (maskapai Eropa yang terbang ke RI) untung, Garuda tidak untung. Kan tidak ada resiprokal. Karena itu saya bilang, hentikan pembicaraan," kata dia.

Menurut Jusman, larangan UE ini dinilai menggunakan hambatan non-tarif bagi RI untuk masuk dalam open sky. "Kan gak bener," kata mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ini.

Dephub, lanjutnya, juga akan mencari bench mark keselamatan penerbangan UE dengan cara memeriksa tiap pesawat maskapai asing. "Kan ada CASR (Civil Aviation Safety Regulation) yang mengijinkan untuk memeriksa. Maka saya periksa dong. Untuk melihat apa sih bedanya dengan Garuda. Kalau ternyata sama kok kamu (UE) larang,"  kata pria berkaca mata ini.

Jika Garuda dikatakan pernah jatuh pesawatnya, maka apakah reaksi UE sama dengan maskapai Turki dari Eropa, Atlasjet, yang pesawatnya jatuh pada akhir November 2007 lalu. "Turki kemarin jatuh pesawatnya. Turki kena larangan terbang tidak?," ujar dia.

Jusman berharap, paling tidak, UE meloloskan 3 maskapai yang diprioritaskan untuk lolos larangan terbang. "Saya sampaikan pada mereka, ada fast track terhadap Garuda, Prime Air, dan Mandala Airlines. Kenapa mereka tidak perhatikan itu," ujar pria berkepala plontos ini.

"Pak Presiden mengatakan, saya ingin Garuda bebas larangan terbang," tukasnya.
(nwk/bal)


Berita Terkait