Puluhan mortir yang diduga milik militer pada perang dunia kedua itu, ditemukan Yanhar (26) saat memotong rumput di kawasan rawa-rawa di belakang perumahan Amin Mulya,
Jakabaring, Rabu (5/12/2007) sore kemarin.
Yanhar, warga perumahan Amin Mulya Blok F3 No.6, yang sehari-hari sebagai pemotong rumput mesin itu, terkejut ketika mesin rumputnya membentur benda keras
yang tertanam di tanah. Yanhar kemudian menggali tanahnya, dan menemukan sebuah benda berwarna kuning.
"Saat itu saya penasaran, dan saya gali, dan menemukan banyak benda yang sama di dalam sebuah karung, dan jumlahnya sebanyak 20 buah," katanya.
Awalnya Yanhar menyangka batangan emas, tapi hati kecilnya berdetak atau curiga, dia pun melaporkan ke pemilik lahan yakni Ali Hanafiah. Selanjutnya, mereka
melapor ke Polsek Seberang Ulu I dan Poltabes Palembang.
Tak lama kemudian polisi datang, dan memastikan benda kuning itu adalah bom jenis mortir, dan mereka mengamankannya dan sekarang disimpan di gudang senjata
Gegana Brimobda Polda Sumsel.
Menurut Kasubden Gegana Brimobda Polda Sumsel, AKP Zulkifli, Kamis (6/12/2007), mortir aktif itu tergolong high explosive, jenis mortir lontar atau khusus untuk pesawat terbang.
Mortir itu berukuran 20 centimeter dengan berat sekitar 2,5 kilogram, dan diduga milik militer saat Perang Dunia ke II dulu, "Mortir itu kini kita selidiki, dan lokasinya juga kita selidiki, mencari kemungkinan lainnya," katanya.
Mengapa tersimpan dalam karung? "Itu yang kita selidiki, mungkin ada yang sengaja menyimpannya, yang dikira besi tua, dan mau dijual," katanya. (tw/djo)











































