Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut susulan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 6.409 kejadian. Ia mengatakan total ada 139 gempa yang dirasakan masyarakat.
"Per hari ini tepatnya tadi pagi pukul 05.00 pagi dilakukan pelaporan gempa Flores yang terjadi sampai hari ini ada 6.409 kali gempa, kemudian gempa yang susulan yang terbesar ada 6,2 magnitudo, kemudian yang terkecil 1,1, yang sama dengan atau lebih besar dari 5 magnitudo itu ada 33 kali," ujar Suharyanto, dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan gempa susulan tentu saja, yang 33 kali itu pasti dirasakan masyarakat, tetapi dari 6.409 kali gempa itu ada 139 kali yang dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.
Suharyanto menyebut sebagian besar masyarakat masih takut akan adanya gempa susulan. Dengan itu, banyak warga yang masih memutuskan tetap mengungsi.
"Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan," katanya.
"Dua hari terakhir menurut penjelasan BMKG ini kondisinya sudah mulai menurun. Dalam 24 jam terakhir ada satu kali gempa yang dijelaskan masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut gempa susulan akan terjadi selama empat pekan ke depan, menurut BMKG.
"Memang kondisi ini akan berlangsung terus sampai tiga atau 4 minggu ke depan di mana menurut penjelasan BMKG kondisinya akan lebih stabil," katanya.
Simak Video 'Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang':










































