Nasib naas kedua bocah laki-laki ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (6/12/2007). Keduanya sedang asyik berjalan di atas rel. Namun karena ada kereta yang akan lewat, warga sekitar memperingatkan kedua bocah itu agar menyingkir.
"Dik... dik... Awas ada kereta mau lewat!" teriak seorang warga.
Bukannya menyingkir, kedua bocah tersebut malah melompat ke rel kereta yang berlawanan arah. Namun tanpa disangka-sangka, KRL ekonomi dari arah Tanah Abang yang menuju Bogor melintas. Braaak... Kedua bocah tersebut tak bisa menghindar hajaran lokomotif kereta.
Setelah kereta lewat, warga sekitar langsung mengerubungi korban. Salah seorang di antara anak kecil itu sudah tewas dalam kondisi mengenaskan. Tangan kirinya putus dan isi perutnya terburai. Sementara kawannya yang juga parah kondisinya masih bernafas.
Warga pun segera melarikan si bocah yang masih kritis dengan motor. Namun di tengah jalan dia menyusul temannya menghembuskan nafas terakhir.
"Sampai saat ini belum ada keluarga yang merasa kehilangan. Kedua anak tersebut tidak biasa terlihat lewat sini," kata salah seorang saksi mata, Nurdin.
Kedua jenazah korban dibawa ke RSCM untuk diotopsi dan menunggu pihak keluarga menjemput keduanya.
(ana/sss)











































