Ramai-ramai Puji Sutiyoso

Ramai-ramai Puji Sutiyoso

- detikNews
Kamis, 06 Des 2007 16:14 WIB
Jakarta - Di mata Adnan Buyung Nasution, Sutiyoso adalah sosok yang serius. Meski demikian mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak malu untuk belajar.

"Waktu saya mau diwawancara untuk buku 'Kepemimpinan Sutiyoso di Mata Publik', gambar covernya Sutiyoso pakai kacamata hitam mirip preman. Dia itu memang jarang tersenyum, mukanya seram," ujar anggota Wantimpres itu dalam peluncuran buku garapan Firman Yursak di Hotel Dharmawangsa, Jl Brawijaya, Jakarta, Kamis (6/11/2007).

Meski demikian, Sutiyoso dinilainya tidak malu belajar dan selalu mengundang ahli untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Suatu kali, lanjut Buyung, Sutiyoso pernah meneleponnya selama 1,5 jam khusus bertanya soal hukum. Maklum, Buyung pernah menjadi Ketua YLBHI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai mantan militer, tentunya ada yang bermanfaat untuk kepemimpinannya di Jakarta. Dia berani, tegas, juga berani ambil risiko. Politisi sipil perlu karakter, itu ada pada Bang Yos.

Senada dengan Buyung, pengurus YLKI Indah Sukmaningsing juga 'mengacungkan jempol' atas kepemimpinan Sutiyoso. Menurut wanita berambut pendek itu, Sutiyoso adalah orang yang bisa merealisasikan hal-hal yang selama ini ada di angan-angan. Misalnya busway untuk mengatasi kemacetan.

"Bahkan presiden saja nggak berani mengeluarkan larangan merokok karena silau kekayaan pabrik rokok. Tapi dia justru berani mengeluarkan perda antirokok," ujarnya.

Begitu juga anggota DPR dari FPAN Drajad Wibowo mencatat kesuksesan Sutiyoso. Pada awal kepemimpinannya, pendapatan DKI hanya Rp 1 triliun. Namun saat mantan Pangdam Jaya itu memimpin, ada kenaikan 20 kali lipat.

"Kalau APBN naik bisa sampai 20 kali lipat, nggak ada orang miskin. Bang Yos bisa berpikir untuk memimpin skala nasional," puji Drajad.

Peluncuran buku ini adalah kado untuk Sutiyoso yang berulang tahun ke-63 yang bertepatan pada hari ini.

"Ini kejutan untuk saya," kata Sutiyoso yang tersenyum sumringah.

Meski belum membaca buku ini, Sutiyoso yakin masyarakat bisa mengetahui lebih banyak siapa sosok dia sebenarnya.

"Dulu ada orang yang membenci saya luar biasa. Tapi di akhir masa jabatan, mereka tidak lagi memusuhi. Memang tak kenal maka tak sayang," cetus Sutiyoso yang mengenakan kemeja batik coklat.

Dia juga mengatakan, pelitnya dia tersenyum itu karena pendidikan kemiliteran yang ditempuh saat dia masih muda.

"Saya akan menambah porsi senyum saya. Nah saya sekarang sudah cengengesan, kan?" ujarnya sambil terus menebar senyum.
(ana/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads