Sejumlah warga tidak sepakat bila nantinya jalur sepeda di Jakarta dihapus. Pemprov DKI Jakarta siap mencari solusi terbaik.
"Pemprov DKI berkomitmen mencari solusi terbaik yang memperhatikan kepentingan semua pihak. Keputusan yang diambil nanti akan mempertimbangkan keselamatan pesepeda, efektivitas pemanfaatan ruang jalan, serta kondisi riil di lapangan," ujar Stafsus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov, jelas Chico, tidak ingin ada pihak yang merasa dikesampingkan. Saat ini Pemprov DKI Jakarta masih dalam proses evaluasi terhadap fasilitas jalur sepeda.
"Gubernur Pramono Anung belum mengambil keputusan final. Beliau menyampaikan akan segera memutuskan setelah mempertimbangkan seluruh masukan yang masuk, baik dari komunitas pesepeda maupun dari masyarakat secara lebih luas," kata Chico.
Chico mengatakan pihaknya sangat menghargai dan menampung semua aspirasi, termasuk dari warga yang menolak wacana penghapusan jalur sepeda. "Evaluasi ini dilakukan justru karena ada perbedaan pandangan di masyarakat. Di satu sisi ada komunitas pesepeda yang meminta jalur tetap dipertahankan. Di sisi lain, ada masukan publik yang menilai banyak jalur sepeda justru lebih sering digunakan kendaraan bermotor, kurang terawat, atau terputus," lanjutnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Jakarta tidak setuju bila jalur sepeda dihapus. Kiki Muharram, warga Jakarta Selatan, mengatakan harus ada solusi lain bila ingin mengurai kemacetan di Jakarta.
"Nggak setuju. Cari solusi lain, jangan jalur sepeda dikorbankan gitu ya," kata Kiki saat ditemui detikcom di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2026).
Reza, warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menilai jalur sepeda perlu dipertahankan. Namun, ia berpandangan pembatas jalur sepeda dapat dihilangkan agar fleksibel digunakan pengendara sepeda motor atau mobil saat kondisi sepi.
"Misal nggak dihapus juga, tetap ada, ya pengendara motor juga tetap bisa (lewat). Paling banyak (pesepeda) weekend gitu, ya. Kayak gini, kalau hari libur. Kalau olahraga sih jarang, sedikit, nggak begitu banyak. Kalau barrier-nya nggak ngaruh, hapus ajalah, nggak apa-apa," katanya.
Pramono mengaku berhati-hati dalam memutuskan nasib jalur sepeda di Jakarta. Hal ini menyusul adanya usulan agar jalur sepeda ditutup karena dinilai lebih banyak digunakan pengendara motor.
Pramono mengatakan saat ini terdapat dua pandangan terkait keberadaan jalur sepeda. Komunitas pesepeda, salah satunya Bike to Work, meminta jalur tersebut tetap dipertahankan. Sementara itu, sebagian masyarakat menilai jalur sepeda justru banyak digunakan oleh pengendara motor.
"Saya akan segera memutuskan untuk hal tersebut. Memang ada usulan, kalau usulannya dari komunitas sepeda, salah satunya Bike to Work, mereka sebenarnya meminta itu dipertahankan. Tapi usulan dari masyarakat, dari publik, merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan seperti yang kamu sampaikan, menggunakan motor," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Saksikan Live DetikPagi :










































