Amazon Rusak Karena Demand Kedelai dari China

Amazon Rusak Karena Demand Kedelai dari China

- detikNews
Kamis, 06 Des 2007 15:23 WIB
Nusa Dua - Hutan Amazon menjadi salah satu harapan dunia untuk mengurangi emisi karbon. Namun apa yang terjadi? Harapan itu terancam pupus karena pembukaan lahan untuk ladang kedelai yang sukar dikendalikan.

"China importir terbesar kedelai dari Brazil. Seiring meingkatnya permintaan, maka akan ada penambahan lahan. Dan itu mengarah ke Amazon," jelas peneliti WWF dari AS, Daniel Nepstad, dalam jumpa pers di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2007).

Kedelai tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang China. Kacang itu adalah bahan baku utama kecap yang merupakan bumbu utama masakan China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini, karbon hasil konversi hutan menjadi lahan pertanian mencapai 0,2 sampai 0,3 miliar ton per tahun. Jumlah ini bisa bertambah ketika kekeringan parah terjadi yang lalu meningkatkan jumlah kebakaran hutan.

"Kegagalan melindungi hutan Amazon tidak hanya akan menjadi bencana bagi jutaan orang yang tinggal di wilayah sekitarnya, tapi juga mengganggu stabilitas iklim dunia," kata Direktur WWWF untuk Program Perubahan Iklim Global, Hans Verolme, pada kesempatan yang sama.

Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah memperluas areal hutan yang dilindungi. Jika tidak dianggap serius, maka suhu di sekitar amazon bisa naik sampai 2 derajat, dan mungkin sampai 8 derajat, pada tahun 2050. (gah/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads