"Kebutuhan guru di Jakarta sebagian diambil dari guru PTT. Untuk guru bantu, tahun ini kebutuhan kita 473," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sukesti Martono.
Hal itu dikatakan Sukesti di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/12/2007).
Sebelumnya, perwakilan guru bantu melakukan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta. Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Syarifah Efiana mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah daerah tersebut.
"Aneh sekali, padahal kebutuhan guru di Jakarta itu 6 ribu lebih. Kenapa yang diangkat hanya 473. Pemprov DKI tidak ada itikat baik untuk menyelesaikan kasus ini," ujar perempuan berjilbab itu.
Padahal, kata Syarifah, guru bantu di luar Jakarta hampir semuanya telah diangkat menjadi PNS. "Kenapa di Jakarta tidak," tanyanya.
Menanggapi itu, lebih lanjut Sukesti mengatakan, guru bantu di Jakarta dan luar Jakarta berbeda. Menurutnya, guru bantu di luar Jakarta mengajar di sekolah negeri.
"Kalau di Jakarta, mereka mengajar di swasta," tandasnya. (ken/nrl)










































