Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia bertambah. Saat ini ada 91 orang yang meninggal dunia.
"Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Minggu (23/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun rincian korban meninggal di kabupaten/kota sebagai berikut:
- Manggarai 32 jiwa
- Manggarai Timur 31 jiwa
- Sikka 6 jiwa
- Ende 2 jiwa
- Manggarai Barat 1 jiwa
- Nagekeo 14 jiwa
- Ngada 5 jiwa
Berton menuturkan sebanyak 40 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 48 jiwa berjenis kelamin perempuan. Sedangkan 3 korban lain belum diketahui jenis kelaminnya karena masih dalam tahap identifikasi.
Adapun 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja serta 35 dewasa. Korban luka akibat gempa sebanyak 1.286 jiwa.
"51% korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya 49% meninggal disebabkan dampak tidak langsung," imbuhnya.
BNPB juga mencatat ada 5.688 kali gempa susulan yang terjadi hingga saat ini sejak gempa awal. Gempa susulan hari ini dirasakan hingga 130 kali.
"Sampai hari ini mencapai 5.688 kali magnitude terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga saat ini, hari ini sebanyak 130 kali. Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola emporal yang belum sederhana," jelasnya.
"Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama," imbuhnya.
Simak juga Video Rincian Data BNPB: 87 Jiwa Meninggal dan Mencekamnya Dampak Gempa NTT










































