Hal itu diungkapkan Akbar seusai menghadiri acara 'Temu Konsultasi Publik dan Sosialisasi RUU Kepemudaan' di gedung University Center (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Kalau misalnya tertutup peluangnya, saya juga belum bisa bicara mengenai kendaraan lain karena saya tidak dalam posisi untuk bicara yang berkaitan dengan organisasi lain," kata Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan dirinya akan ikut konvensi kalau Golkar melakukan konvensi. Tapi kenyataannya Golkar tidak akan melakukan konvensi dan diganti semacam survei. Karena itu, dirinya akan melihat sejauh mana survei yang dilakukan Golkar itu, bagaimana metodenya, bagaimana proses seleksinya hingga penentuan final atas survei itu.
"Itu yang akan menentukan apakah nanti saya akan memberikan tangapan terhadap survei itu. Kalau konvensi, insya Allah saya tetap akan ikut. Tetapi kalau survei, saya belum bisa berikan tanggapan karena harus pelajari dulu," ungkap dia.
Menurut dia sampai sekarang juga belum ada pendekatan atau komunikasi yang dilakukan oleh organisasi lain. Namun diakui, beberapa waktu lalu, dirinya diundang menghadiri mukernas Partai Bela Negara (PBN) di Yogyakarta yang menyebut kemungkinan dirinya akan diajak maju sebagai calon wapres.
Namun oleh Akbar dijawab dirinya masih memfokuskan pada partai Golkar. Belum ada pikiran untuk ke organisasi atau partai lain. "Jadi wait and see sajalah," kata Akbar yang baru saja memperoleh gelar doktor ilmu politik di UGM itu. (bgs/asy)










































