"Untuk pengembangan kekuatan, dari segi anggran saya ingin ada efisiensi dan koordimasi yang baik antar tiga angkatan bersenjata," ujar Juwono.
Pesan tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya sebelum diterima Presiden SBY, Kamis (6/12/2007) di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya iya lah. Setiap kepala staf pasti eligible, nggak mungkin lah nggak lulus tes. Kecuali kalau ada kasus atau korupsi dan sebagainya. Tapi kalau ada kan gak mungkin dia jadi kepala staf," ujarnya.
Menyinggung tantangan Komisi I DPR agar Panglima TNI mengundurkan diri bila terbukti berbohong dalam kasus dugaan KKN proyek pengadaan 35 unit ambulans, Djoko menganggapnya hal wajar. Ia juga ditanya serupa saat uji kepatutan dan kelayakannya dulu.
"Untuk mundur itu kan ada evaluasi, lalu ada presiden yang menentukan. Ya lihat dululah apa kasusnya," imbuh perwira tinggi yang berulang tahun ke-58 pada 2 Desember kemarin. (lh/asy)











































