Video seorang pria pengguna kereta rel listrik (KRL) yang jari jempol tangannya terjepit pintu KRL viral di media sosial (medsos). KAI Commuter menjelaskan peristiwa tersebut bisa terjadi dan penanganannya.
Berdasarkan video yang beredar di medsos, seperti dilihat, Sabtu (22/8/2026), tampak seorang pria dengan jari jempol tangannya terjepit pintu KRL. Sejumlah pengguna lainnya di dalam kabin KRL riuh, berusaha mengevakuasi jari jempol tangan pria tersebut.
Menanggapi pengguna KRL yang jempol tangannya terjepit pintu saat naik kereta, KAI Commuter sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/8), bermula saat salah satu pengguna KRL Rangkasbitung No. 1776 relasi Tanah Abang-Tigaraksa masuk kereta sesaat pintu akan menutup dan berangkat dari Stasiun Tanah Abang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang yang sedang bertugas di peron 5-6 melihat seorang pengguna yang jari tangannya terjepit pintu karena memaksakan masuk ke dalam kereta saat pintu akan ditutup," jelas Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangannya.
Setelah mengupayakan penanganan, petugas pengamanan di peron juga memberi isyarat kepada petugas customer service on train (CSOT) yang berdinas di kabin belakang bahwa ada pengguna yang terjepit pintu di rangkaian kereta.
"Usai diberi isyarat, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung No. 1776 berhenti dan membuka pintu sejenak di peron dan diberangkatkan kembali untuk memastikan bahwa pengguna yang terjepit sudah aman," tambah Leza.
KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta saat kondisi sudah penuh dan saat pintu akan ditutup.
"Tindakan yang tidak tertib tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga dapat menyebabkan gangguan pada perjalanan Commuter Line dan pengguna lainnya," imbuhnya.
