Hawkins bahkan punya sejarah depresi. Namun remaja laki-laki berusia 19 tahun itu kelihatan membaik sejak tinggal bersama keluarga temannya setahun lalu. Dua minggu sebelum penembakan massal itu, Hawkins putus dengan pacarnya.
Bahkan beberapa hari sebelum peristiwa berdarah itu, Hawkins diberhentikan dari pekerjaannya di restoran cepat saji McDonald's. Padahal dia baru bekerja di tempat itu selama 5 bulan. Alasan pemecatan tidak jelas. Dua pegawai McDonald's mengaku, mereka diberitahu atasan mereka untuk tidak bicara mengenai Hawkins.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tertekan dan dia selalu tertekan," kata Debora. "Namun dia kelihatan membaik," imbuh wanita itu seperti diberitakan News.com.au, Kamis (6/12/2007).
Dikatakan Debora, Hawkins pernah dirawat karena depresi. Dia juga pernah mabuk-mabukan dan kadang-kadang menghisap mariyuana di kamarnya.
Meski begitu, menurut Debora, Hawkins lembah-lembut dan suka menolong. "Dia pria muda yang suka menolong, namun dia pendiam," kata Debora. "Dia berusaha membantu kapan saja. Dia sama sekali bukan orang yang kasar," tutur Debora.
Sebanyak 8 orang tewas diterjang peluru yang ditembakkan Hawkins di sebuah mal di Omaha, Nebraska. Usai menembaki korban-korbannya, Hawkins pun bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Lima orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. (ita/sss)











































