Tragedi kebakaran di Niteroi, pinggiran kota Rio de Janeiro merupakan salah satu kebakaran hebat di Brasil. Ternyata kebakaran ini dipicu oleh dendam seorang mantan pegawai sirkus.
Dilansir dari The New York Times, kebakaran di tempat sirkus di Niteroi, pinggiran kota Rio de Janeiro, Brasil, yang terjadi pada sore hari tanggal 17 Desember 1961.
Mulanya, kebakaran muncul sekitar pukul 14.00 siang saat pertunjukan sirkus "Great North American" sedang berlangsung. Tenda sirkus tersebut dipadati oleh sekitar 2.500 penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Api pun cepat menyebar. Hanya dalam hitungan beberapa menit saja, kobaran api telah melalap habis seluruh tenda kanvas sirkus.
Setidaknya 285 orang tewas akibat kebakaran ini. Sebagian besar dari korban tewas tersebut adalah anak-anak yang tengah menonton sirkus. Diperkirakan ada sekitar 1.400 anak-anak yang berada di dalam tenda saat kejadian berlangsung. Sekitar 600 orang mengalami luka-luka.
Selain karena luka bakar akibat kobaran api, banyak korban tewas karena terinjak-injak akibat kepanikan massal penonton yang berebut menyelamatkan diri. Pintu-pintu keluar sirkus tersumbat karena tumpukan orang yang memaksa keluar.
Dalang Utama Pembakaran
Namun belakangan diketahui, bahwa kebakaran ini merupakan tindakan sengaja. Berdasarkan laporan Aventuras na História, dalang utama di balik pembakaran adalah pria bernama Adílson Marcelino Alves, yang lebih dikenal dengan nama "Dequinha".
Motif dari pembakaran ini adalah balas dendam. Dequinha sebelumnya adalah salah satu pekerja harian yang direkrut untuk membantu mendirikan tenda sirkus, namun ia dipecat karena sering tak masuk kerja.
Sehari sebelum kebakaran, ia sempat berkelahi dengan seorang karyawan sirkus lainnya yang ia tuduh sebagai penyebab pemecatannya. Puncaknya, pada hari kejadian, amarahnya memuncak karena ia dilarang masuk secara gratis oleh petugas sirkus.
Dalam melancarkan aksinya, Dequinha tidak bergerak sendiri melainkan mengajak dua orang komplotannya. Dequinha dijatuhi hukuman 16 tahun penjara atas perbuatannya. Ia kemudian tewas terbunuh saat mencoba melarikan diri pada tahun 1973.










































