Jumlah korban jika akibat gempa M 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 83 orang. Angka itu berdasarkan data Basarnas hingga Jumat siang.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengatakan, hingga Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 WIB tercatat 1.050 orang menjadi korban gempa.
"83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan," ujar Edy dalam siaran pers, seperti dilansir detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy menyebut Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Sebanyak 670 orang terdampak, dengan 70 di antaranya meninggal dunia.
Di sisi lain, gempa susulan masih terus terjadi hingga Jumat pagi. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan sekitar 4.350 gempa susulan telah tercatat hingga pukul 08.00 Wita.
"Magnitudo terbesar M 6,2, terkecil M 1,1 dan magnitudo di atas 5 sebanyak 31 kali dan dirasakan 118 kali," ujar Arief, Jumat.
Stok Makanan Pengungsi Mulai Menipis
Kondisi pengungsi di sejumlah wilayah juga masih menjadi perhatian. Warga Desa Palue, Kabupaten Sikka, Elloysia mengatakan persediaan makanan untuk pengungsi mulai berkurang.
"Kami stok makanan mulai menipis bantuan belum bisa dialokasikan semua," ujarnya saat dikonfirmasi detikBali, Jumat.
Ia mengatakan sejumlah wilayah mengalami kerusakan cukup parah. Desa Kesokoja, Dusun Edo, dan Kampung Natakuni disebut menjadi lokasi dengan kerusakan rumah yang cukup banyak.
"Semua berharap bantuannya," tandasnya.
Baca selengkapnya di sini
Tonton juga video "Momen Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT untuk Bantu Korban Gempa"










































