Zulhas Dorong Program Banyuwangi Hijau Jadi Percontohan Nasional

Zulhas Dorong Program Banyuwangi Hijau Jadi Percontohan Nasional

Dea Duta Aulia - detikNews
Jumat, 21 Agu 2026 09:23 WIB
Zulkifli Hasan
Foto: dok. Kemenko Pangan
Jakarta -

Pemerintah terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Banyuwangi Hijau, yang mengintegrasikan penanganan sampah dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas pengolahan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis (20/8), sekaligus menyaksikan serah terima aset pendukung persampahan. Banyuwangi Hijau merupakan hasil kolaborasi yang telah berjalan sejak 2018 melalui Project STOP di Kecamatan Muncar dan kemudian berkembang dengan dukungan mitra internasional. Pada fase pertama dan kedua, Austria dan Norwegia mendukung pengembangan infrastruktur, termasuk pembangunan TPST Balak dengan kapasitas hingga 80 ton per hari.

Memasuki fase ketiga pada 2024, dukungan pendanaan dari United Arab Emirates (UAE) diarahkan untuk memperkuat sistem dari hulu hingga hilir, meliputi edukasi masyarakat, pemilahan di sumber, penyediaan sarana, pengangkutan sampah terpilah, serta pengolahan untuk meningkatkan pemanfaatan material dan mengurangi residu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, Banyuwangi ini termasuk yang pengelolaan sampahnya terbaik. Maka dari itu, banyak penyerahan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Austria, Norwegia, dan United Arab Emirates (UAE), karena dianggap pengelolaan sampahnya termasuk yang bagus," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Penguatan layanan juga ditandai dengan penyerahan 44 kendaraan, terdiri atas 21 tricycle, 16 pick-up, 2 armroll truck, dan 5 container truck. Armada tersebut akan mendukung pengumpulan serta pengangkutan dari rumah warga menuju fasilitas pengolahan.

Model Banyuwangi Hijau menempatkan sampah sebagai sumber daya yang dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai sesuai untuk daerah dengan timbulan sampah kecil hingga menengah.

Sementara itu, wilayah perkotaan dengan timbulan sampah besar memerlukan solusi berskala lebih tinggi. Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) bagi kota dengan timbulan di atas 1.000 ton per hari.

"Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan, Banyuwangi ditargetkan mencapai cakupan layanan persampahan 100 persen pada 2028 atau lebih cepat. Capaian tersebut diharapkan memperkuat Banyuwangi sebagai salah satu percontohan nasional dalam membangun sistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular," tutupnya.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta mitra Program Banyuwangi Hijau, termasuk Systemiq Lestari Indonesia.

Tonton juga video "Viral Kopdes di Atas gunung, Zulhas: Tertibkan!"

(prf/ega)


Berita Terkait