Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). BNPB mengatakan sejumlah gempa susulan masih dirasakan masyarakat, termasuk yang berkekuatan cukup besar.
"Hingga hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, itu pada pukul 16.00 WIB, total jumlah gempa susulan sudah mencapai 3.752," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).
"Gempa ini terus dirasakan baik yang besar maupun kecil, dan kami sendiri dari pagi hari merasakan gempa susulan yang sangat besar. Pada pukul 10.47 menit waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitudo," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga. Dia juga mengingatkan warga di wilayah terdampak memastikan kondisi bangunan sebelum kembali memasukinya.
"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga. Bagi bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," jelasnya.
Sementara itu, BNPB juga memperbarui data kerusakan bangunan akibat gempa. Saat ini, tercatat sebanyak 36.163 unit rumah mengalami kerusakan.
"Rumah yang rusak menurut data kami, kami perbaharui data-data kami ini menjadi 36.163 unit. Bertambah di catatan kami karena pendataan yang semakin akurat ada 7.187 unit," ujarnya.
Lebih lanjut, Berton mengatakan BNPB terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak. Dia mengatakan, per Kamis (20/8), BNPB telah mengirimkan bantuan sebanyak 102 ton.
"Kami menyampaikan bahwa per tanggal 19 Agustus 2026, logistik yang dikirimkan sebesar 167 ton. Dan hari ini kami juga sudah berhasil mengirimkan 42 ton untuk donasi dan 60 ton untuk dari dana DSP, sehingga total hari ini yang bisa dikirim mencapai 102 ton," tuturnya.
(amw/dhn)









































